Ini sekelumit cerita lagi saat di Kepulauan Yapen, Papua....jeng...jeng...jeng :
Tugas negara ( cielah bahasanya ) di sebuah kabupaten yang dikelilingi oleh laut dan pulau – pulau kecil menyebabkan kami, pengajar muda sudah terbiasa mencari hiburan dengan bermain ke pantai – pantai yang masih elok parasnya.
Tugas negara ( cielah bahasanya ) di sebuah kabupaten yang dikelilingi oleh laut dan pulau – pulau kecil menyebabkan kami, pengajar muda sudah terbiasa mencari hiburan dengan bermain ke pantai – pantai yang masih elok parasnya.
.
.
.
Di suatu malam yang sunyi diiringi
bunyi jangkring dan tokek, kami yang beberapa hari singgah dari kampung ke kota, menyambut ajakan mama piara kami di
kota Serui untuk berwisata ke pantai pasir putih di Menawi. Kami sangat sumringah mendengar ajakan tersebut,
sehingga jadilah kami menyiapkan segala macam perlengkapan tempur untuk besok hari, seperti pakaian ganti. Malam itu, kami
juga sibuk menyiapkan berbagai macam makanan ringan dan berat.
.
.
.
Besok harinya, pagi – pagi benar yang
buta, kami memasak nasi dan menyiapkan berbagai macam lauk pauk, seperi ikan
mentah, daging ayam mentah, dan berbagai macam yang mentah – mentahlah :D, dan
tak lupa macam – macam bumbu, termasuk bumbu – bumbu kehidupan 😂. Sekitar jam
9 pagi, semua telah siap dan mobil bak terbuka telah terparkir di samping
rumah. Suasananya memang sudah semakin panas dan terik, tetapi hati kami adem dan sepoi – sepoi angin mententramkan 😉.
.
.
.
Kami sekelurga besar Bapak H.
Tanawani bersiap – siap duduk di mobil kami masing – masing. Kami pengajar muda
yang entah kapan menjadi senang numpang di mobil orang termasuk mobil
bak terbuka, lebih senang beramai – ramai ikut dengan mobil bak terbuka,
walaupun terik menusuk kulit hingga
kulit menjadi eksotis, bagi kami yang
paling penting adalah kebersamaan dan canda
tawa 😍. Kami yang mempunyai hobi untuk mengabadikan setiap momen dalam
kehidupan, mengambil beberapa adegan foto sebelum berangkat.
.
.
.
Inilah beberapa foto kami, keluarga
H. Tanawani.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
Foto yang hanya
beberapa orang yang fokus kepada kameramen, mas J.
.
.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
Lihatlah betapa riang
gembira hati kami. Senyum semakin lebar sebanding dengan badan yang makin lebar 😆.
.
.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
Betapa wajah dan gayaku
tak terkontrol. Mohon komentar netizen
agak ramah ya 😎.
.
.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
Teriknya si mentari dan
kencangnya aliran angin, pastinya juga tidak menghalangi saya fokus pada
kamera, karena cantik di lensa kamera adalah hal yang wajib, supaya indah untuk
dibagikan di dunianya mba maya.
.
.
.
.
Lika – liku jalan yang
kami lewati begitu tajam dan menguji adrenalinpun, tak membuat kami mual – mual, karena
lika – liku kehidupan jauh lebih memusingkan hati dan jiwa :D. Kami seolah
sudah terbiasa dengan perjalanan berkelok – kelok ini dan itu membuktikan kami
semakin dewasa 😇.
..
Perjalanan ini membuat
kami semakin takjub dengan keindahan
alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di samping kanan dan kiri, pemandangan gunung
dan laut di bawah, meningkatkan segala rasa syukur kami, karena kami masih
dapat menikmati pesona alam yang belum ternodai oleh tangan – tangan manusia
yang serakah, kikir, dan penuh
sandiwara. “Dunia ini panggung sandiwara,
ceritanya.......” (eh si ibu pakai nyanyi segala and hobi nyinyir ternyata 😏).
.
.
.
Waktu perjalanan kami
yaitu 3 jam. Aktivitas tidur, bangun, tidur lagi, bangun lagi (seperti lagu alm. Mbah
Surip aja ya 😏) mewarnai perjalanan piknik ini.
.
.
.
Geng
perjalanan kali ini menggunakan 3 kendaraan untuk mengantarkan kami. Saat siang
hari, saat matahari sedang terik – teriknya, sekitar jam 2 siang, kami sampai
di lokasi, pantai Pasir Putih Menawi. Mobil – mobil terparkir di pinggir pantai
dan kami, umat manusia yang sedang bergembira, turun dari mobil dan menapaki pasir – pasir pantai yang halus
dan lembut (selembut hati si dia nih 😉). Kamipun tak lupa membawa segala
perlengkapan kami dari mobil.
.
.
.
Ketakjuban kami sebagai
manusia semakin bertambah, ketika mata kami memandang indahnya pemandangan laut
dan hanya beberapa orang yang sedang piknik di pantai ini, sehingga seolah –
olah pantai ini adalah pantai pribadi bagi kami 😝.
.
.
.
Ku lari ke pantai
dengan menggenggam kacamata renang berwarna merah muda yang cerah (Udah bisa
jadi judul film belum nih? 😝). Ku masuk ke dalam air laut yang biru dan melangkah
tiap kedalaman laut (memang situ bisa renang? 😜). Pantai Pasir Putih Menawi ini masih indah dan terjaga,
sehingga masih banyak hewan – hewan dan benda – benda laut yang kami dapat
lihat.
.
.
.
Foto ini melukiskan
betapa riang dan gembiranya hati saya berpose bersama Mr. Patrick Star
(Tenanglah netizen¸kami tidak akan
membawa pulang aset – aset di pantai ini. Kami letakkan dengan aman kembali ke
dalam laut). Ingat ya jangan merusak dan mengambil apapun yang ada di dalam dan sekitar laut ya, sayang - sayangku 😇. Ingat sampah dibawa pulang ya.
Ini saya yang sedang
berpose malu – malu terhadap agung dan perkasanya segala ciptaan Tuhan yang
saya lihat di pantai ini, dengan kacamata pink
di atas kepala :D.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
“Hai kamu, jodohku yang
ada disana, kapan kamu minta restu ke rumah orang tuaku?” (Kira – kira itulah
percakapan saya terhadap batin dan nurani saya 😁. Netizen tolong didoakan ya 😇.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten kepulauan Yapen
.
.
.
.
Piknik ke Pantai Pasir
Putih, tentunya ekspektasi kami
adalah bertemu dan menyentuh pasir putih di pantai ini. Sungguh indahnya
perpaduan laut yang biru dan pasir putih ciptaan Tuhan ini. “Wahai netizen, peliharalah segala ciptaan Tuhan
dengan baik dan benar ya”.
.
.
.
Film – film kartun yang
saya tonton tiap libur sekolah, ternyata bermanfaat dan mengajarkan untuk bermain lempar pasir atau membuat istana dari pasir pantai...hehehe. Kami bersama
– sama anak – anak sepertinya sudah mengebu
– ngebu bercanda bersama pasir –
pasir lembut ini. Beberapa adegan – adegan seru kamipun tertangkap oleh lensa
kamera.
.
.
.
Ini adalah adegan
ibunya Goku dan Goku Dragon Ball yang
sedang kamekameha dengan menggunakan
perantara aliran pasir. Lihatlah betapa sang Goku begitu ekpresifnya! 😁. “Apakah ibu Goku atau Goku yang berhasil merebut
kemenangan?” (jeng.....jeng....jeng)
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
Foto ini
menceritakan betapa kuatnya ibu Goku dan berhasil merebut kemenangan dari Goku.
Lihat! betapa senangnya wajah ibu Goku dan sedihnya wajah Goku! 😀.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen.
.
Setelah pertarungan
yang begitu sengit, ibu Goku menemui
Bapak A dan dua anak perempuan Serui yang cantik dan manis. Dia ikut bercanda
dan bermain colek – colek wajah dengan krim
pasir putih. Wajah Bapak A begitu senang dan ibu Goku begitu takjub melihat
senyum di wajahnya (Apaan sih? 😆).
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
.
.
Lihatlah, betapa
sederhananya sebuah kebahagiaan dengan hanya main pasir saja, sesederhana hati
seorang anak kan? 😇.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen.
.
Bapak J dan Bapak N
yang iri dengan kegembiraan kami, ikut menghampiri kami, karena ingin ikut
dalam kegembiraan kami yang begitu sederhana ini. Peristiwa colek – mencolekpun
terjadi seketika. Wajah kami seketika diluluri oleh krim pasir putih yang mengandung unsur – unsur alami yang dapat
membuat wajah bapak dan ibu sekalian halus, putih, dan lembut. Inilah keluarga
kami, keluarga geng lulur pasir putih 😎.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
Lensa kamera berhasil
menangkap momen cantik nan manis dari
gadis kecil Serui yang begitu menikmati canda tawa dengan kakak – kakak ketemu gedenya ini.
Sumber : Galei Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
Keriangan kami berenang
dan bermain membuat kami lupa waktu, tetapi tidak berhasil membuat perut kami
melupakan lezatnya ikan dan ayam
bakar yang telah dimasak oleh bapak – bapak dan mama – mama geng masak. Makanan yang telah siap
membuat bapak dan mama memanggil kami untuk menyantap
hidangan yang lezat dengan menonton pemandangan pantai.
.
.
.
Kami yang telah
menyiapkan daun – daun pisang dari rumah, menggelar
daun itu dan meletakan nasi putih, kasbi, dan
berbagai macam lauk yang sudah dibakar. Doa menurut agama dan kepercayaan
masing – masing, dan tak lupa, buka kamera, cekrek!.
.
.
.
Inilah tawa kami
bertujuh (rekan kami, E sedang kembali ke rumahnya di tanah Sumatera).
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
Begitu indah dan
sedapnya menyantap makanan dengan bercanda tawa dengan keluarga dan bonus
pemandangan yang menakjubkan. Ini menambah energi bagi kami untuk memulai hari
yang indah.
.
.
.
Setelah makan, kami
bermain – main lagi dan mengambil beberapa pose
kami di alam Pantai Pasir Putih ini. Menyegarkan melihat dan menikmati vitamin sea. Beruntungnya sinar matahari
memantul ke arah saya, sehingga saya terlihat putih dan cantik 😎.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
.
.
.
.
Waktu telah menunjukkan
angka 4 sore, kamipun memutuskan untuk merapikan perlengkapan piknik kami dan beranjak kembali ke rumah kami. Kami
sebenarnya diberikan tawaran untuk
ikut dengan mobil yang tertutup, karena tidak banyak penumpang, tetapi
begitulah, kami seperti sudah menjadi anak alam, dan memutuskan untuk tetap
pada pendirian, pulang dengan mobil bak terbuka untuk merasakan lagi sejuknya
angin sepoi – sepoi alam Papua.
.
.
Sumber : Galeri Pengajar Muda Kabupaten Kepulauan Yapen
Foto terakhir saat pulang. Foto ini menggambarkan betapa hitam mempesonanya dan cerianya kami.
.
.
Sekian kisah di Menawi, gaes. Tetap jaga alam Indonesia ya. Ingat kamu masih punya anak cucu. Jangan egois!
















Comments