Skip to main content

Kekuatanku

Saat ku terjatuh dalam remasan duri dan menusukku
Membuat aku ingin berteriak
Seketika, ku teteskan air mata ini
Terasa perih

Mataku tak dapat memandang cerah lagi
Debu itu menari - nari di kelopaknya
Dan akhirnya aku letih, tak dapat berjalan

Aku lumpuh dalam kegelapan dan kepedihan ini
Tak ada yang tahu dan mengerti tentang laraku
Saat ini, mungkin aku mulai lemah
Tak dapat berbuat apa - apa

Hinaan dan caci maki di sana sini
Hidupku terpojokkan di sudut dunia ini
Aku duduk dalam puingan kisahku yang tiada arti kata mereka
Dan pada akhirnya, lebih indah, aku memandang langit

Tak beberapa lama, aku merasakan sebuah kilas balik hidupku dulu
Ya dulu, aku seorang yang penuh semangat
Gentar dan ketakutan bukan yang mewarnai dulu

Aku merasa ada udara
Udara begitu segar, yang mengalir pada jiwaku yang sedang lara
Itu begitu menyejukkan dan menenangkan

Aku tersentak dan mulai hilangkan lamunanku
Duduk tegak, entah begitu kuat saat ini
Ada hati yang bertanya "Mengapa kau menjadi pribadi yang begitu lemah dan tak punya tujuan?"

Aku duduk tegak, bersandar pada hangatnya sebuah pohon
Teduh, menyenangkan
Mataku yang sedikit kabur oleh air mata, memandang burung - burung berterbangan begitu bebas
Lepas, seperti tanpa beban, begitu berbeda dengan burung - burung yang ku lihat di dalam sangkar
Mereka diberikan banyak makan, tapi hati meronta

Ah, tiba - tiba pemandangan pepohan dan bunga - bunga ini memikatku
Menghibur hatiku yang begitu banyak beban, bahkan beban dalam pikiranku
Mereka mempesona, tersenyum kepadaku
Hatiku damai, begitu damai

Aku begitu berdosa, menjadi manusia yang tak pernah bersyukur lagi
Mulutku begitu sunyi akan puji - pujian kepada Tuhanku
Hatiku saat ini begitu kecil dan semakin redup oleh rupa - rupa ketakutan
Pikiranku kacau oleh ketidaktentuan dan kekacauan dunia ini

Aku mengerti, bukan Kau Tuhan yang menjauh dari aku
Aku tidak seharusnya memaksa Engkau selalu memenuhi doaku
Saat ini, Engkau seolah memberi aku sebuah kekuatan dan pengertian
Aku mengerti, Engkau lebih tahu dan lebih mencintai aku

Ya, aku tak ingin lagi, tak ingin bersedih lagi
Kau mencintai aku, sangat mencintai aku
Kau selalu memberikan kekuatan

Ya, Kaulah kekuatanku di saat titik tersulitku
Harusnya aku tersadar secepatnya
Tapi, ya Tuhan, aku mengerti sekarang
Aku mencintai Mu dan cinta Mu memberi aku kekuatan

Terimakasih Tuhan
Terimakasih cintaku


Brebes, 12 Juli 2012


Comments

Popular posts from this blog

WIWO!

One day, two of my colleagues who were placed in Ampimoi *and Ambai* and a friend who worked in the district court visited me on March 25, 2017. They decided not to tell me first and I was automatically shocked. However, I was happy because of their visit to my location. T hen, they decided at night to visit our friend in Marau. We ask my foster father for help to take us all. . . . Marau is a village of West Yapen District. One of my co-workers from Muara Enim was placed in this village for serving for one year. I often visit my friend because the distance between my placement village (Ansus*) and Marau  was not so far.  I usually went to Marau* by rowing boats or motorboats . According to local people, Marau meant 'going to the sea'. . . . The next day, on Sunday afternoon, my colleagues, my adoptive father and mother, and I have been ready to go to Marau since 2 pm We crossed the shady routes and mangrove forests which were being replanted. We fin...

Veronica ( Batak rasa Jawa )

Saya adalah gadis batak yang lahir di Brebes, tanah Jawa. Dalam kehidupan sosial, seringkali saya diperhadapkan dengan pertanyaan " Kamu orang mana? ". Saya seharusnya tidak bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, tetapi nyatanya, saya sampai sekarang hanya bisa menjawab " Saya berdarah suku Batak lahir di Jawa ". Sebuah jawaban yang panjang untuk pertanyaan yang sederhana. Jika saya menjawab " Saya adalah orang Batak ", saya tidak fasih berbahasa Batak. Jika saya menjawab " Saya adalah orang Jawa ", orangtua saya adalah orang Batak. Saya terkadang merasa "tersiksa" dengan pertanyaan ini. Saya juga pernah mendengar orang - orang berkata, " Orang Batak itu kalau berbicara tegas dan keras ya " atau " Suara Orang Batak itu enak ya didengar kalau nyanyi " . Saya sering bergumam dalam hati " Apa semudah itu orang men generalisasi sesamanya? ". Saya adalah orang Batak, tetapi saya hanya bisa bernyany...

Tawa kami di Pantai Pasir Putih Menawi

Ini sekelumit cerita lagi saat di Kepulauan Yapen, Papua.... jeng...jeng...jeng : Tugas negara ( cielah bahasanya ) di sebuah kabupaten yang dikelilingi oleh laut dan pulau – pulau kecil menyebabkan kami, pengajar muda sudah terbiasa mencari hiburan dengan bermain ke pantai – pantai yang masih elok parasnya .   . . Di suatu malam yang sunyi diiringi bunyi jangkring dan tokek, kami yang beberapa hari singgah dari kampung ke kota, menyambut ajakan mama piara kami di kota Serui untuk berwisata ke pantai pasir putih di Menawi. Kami sangat sumringah mendengar ajakan tersebut, sehingga jadilah kami menyiapkan segala macam perlengkapan tempur untuk besok hari, seperti pakaian ganti. Malam itu, kami juga sibuk menyiapkan berbagai macam makanan ringan dan berat. . . Besok harinya, pagi – pagi benar yang buta, kami memasak nasi dan menyiapkan berbagai macam lauk pauk, seperi ikan mentah, daging ayam mentah, dan berbagai macam yang mentah – mentahlah :D, ...