Saat ku terjatuh dalam remasan duri dan menusukku
Membuat aku ingin berteriak
Seketika, ku teteskan air mata ini
Terasa perih
Mataku tak dapat memandang cerah lagi
Debu itu menari - nari di kelopaknya
Dan akhirnya aku letih, tak dapat berjalan
Aku lumpuh dalam kegelapan dan kepedihan ini
Tak ada yang tahu dan mengerti tentang laraku
Saat ini, mungkin aku mulai lemah
Tak dapat berbuat apa - apa
Hinaan dan caci maki di sana sini
Hidupku terpojokkan di sudut dunia ini
Aku duduk dalam puingan kisahku yang tiada arti kata mereka
Dan pada akhirnya, lebih indah, aku memandang langit
Tak beberapa lama, aku merasakan sebuah kilas balik hidupku dulu
Ya dulu, aku seorang yang penuh semangat
Gentar dan ketakutan bukan yang mewarnai dulu
Aku merasa ada udara
Udara begitu segar, yang mengalir pada jiwaku yang sedang lara
Itu begitu menyejukkan dan menenangkan
Aku tersentak dan mulai hilangkan lamunanku
Duduk tegak, entah begitu kuat saat ini
Ada hati yang bertanya "Mengapa kau menjadi pribadi yang begitu lemah dan tak punya tujuan?"
Aku duduk tegak, bersandar pada hangatnya sebuah pohon
Teduh, menyenangkan
Mataku yang sedikit kabur oleh air mata, memandang burung - burung berterbangan begitu bebas
Lepas, seperti tanpa beban, begitu berbeda dengan burung - burung yang ku lihat di dalam sangkar
Mereka diberikan banyak makan, tapi hati meronta
Ah, tiba - tiba pemandangan pepohan dan bunga - bunga ini memikatku
Menghibur hatiku yang begitu banyak beban, bahkan beban dalam pikiranku
Mereka mempesona, tersenyum kepadaku
Hatiku damai, begitu damai
Aku begitu berdosa, menjadi manusia yang tak pernah bersyukur lagi
Mulutku begitu sunyi akan puji - pujian kepada Tuhanku
Hatiku saat ini begitu kecil dan semakin redup oleh rupa - rupa ketakutan
Pikiranku kacau oleh ketidaktentuan dan kekacauan dunia ini
Aku mengerti, bukan Kau Tuhan yang menjauh dari aku
Aku tidak seharusnya memaksa Engkau selalu memenuhi doaku
Saat ini, Engkau seolah memberi aku sebuah kekuatan dan pengertian
Aku mengerti, Engkau lebih tahu dan lebih mencintai aku
Ya, aku tak ingin lagi, tak ingin bersedih lagi
Kau mencintai aku, sangat mencintai aku
Kau selalu memberikan kekuatan
Ya, Kaulah kekuatanku di saat titik tersulitku
Harusnya aku tersadar secepatnya
Tapi, ya Tuhan, aku mengerti sekarang
Aku mencintai Mu dan cinta Mu memberi aku kekuatan
Terimakasih Tuhan
Terimakasih cintaku
Brebes, 12 Juli 2012
Comments