Skip to main content


 

Comments

Popular posts from this blog

WIWO!

One day, two of my colleagues who were placed in Ampimoi *and Ambai* and a friend who worked in the district court visited me on March 25, 2017. They decided not to tell me first and I was automatically shocked. However, I was happy because of their visit to my location. T hen, they decided at night to visit our friend in Marau. We ask my foster father for help to take us all. . . . Marau is a village of West Yapen District. One of my co-workers from Muara Enim was placed in this village for serving for one year. I often visit my friend because the distance between my placement village (Ansus*) and Marau  was not so far.  I usually went to Marau* by rowing boats or motorboats . According to local people, Marau meant 'going to the sea'. . . . The next day, on Sunday afternoon, my colleagues, my adoptive father and mother, and I have been ready to go to Marau since 2 pm We crossed the shady routes and mangrove forests which were being replanted. We fin...

Veronica ( Batak rasa Jawa )

Saya adalah gadis batak yang lahir di Brebes, tanah Jawa. Dalam kehidupan sosial, seringkali saya diperhadapkan dengan pertanyaan " Kamu orang mana? ". Saya seharusnya tidak bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, tetapi nyatanya, saya sampai sekarang hanya bisa menjawab " Saya berdarah suku Batak lahir di Jawa ". Sebuah jawaban yang panjang untuk pertanyaan yang sederhana. Jika saya menjawab " Saya adalah orang Batak ", saya tidak fasih berbahasa Batak. Jika saya menjawab " Saya adalah orang Jawa ", orangtua saya adalah orang Batak. Saya terkadang merasa "tersiksa" dengan pertanyaan ini. Saya juga pernah mendengar orang - orang berkata, " Orang Batak itu kalau berbicara tegas dan keras ya " atau " Suara Orang Batak itu enak ya didengar kalau nyanyi " . Saya sering bergumam dalam hati " Apa semudah itu orang men generalisasi sesamanya? ". Saya adalah orang Batak, tetapi saya hanya bisa bernyany...

Tawa kami di Pantai Pasir Putih Menawi

Ini sekelumit cerita lagi saat di Kepulauan Yapen, Papua.... jeng...jeng...jeng : Tugas negara ( cielah bahasanya ) di sebuah kabupaten yang dikelilingi oleh laut dan pulau – pulau kecil menyebabkan kami, pengajar muda sudah terbiasa mencari hiburan dengan bermain ke pantai – pantai yang masih elok parasnya .   . . Di suatu malam yang sunyi diiringi bunyi jangkring dan tokek, kami yang beberapa hari singgah dari kampung ke kota, menyambut ajakan mama piara kami di kota Serui untuk berwisata ke pantai pasir putih di Menawi. Kami sangat sumringah mendengar ajakan tersebut, sehingga jadilah kami menyiapkan segala macam perlengkapan tempur untuk besok hari, seperti pakaian ganti. Malam itu, kami juga sibuk menyiapkan berbagai macam makanan ringan dan berat. . . Besok harinya, pagi – pagi benar yang buta, kami memasak nasi dan menyiapkan berbagai macam lauk pauk, seperi ikan mentah, daging ayam mentah, dan berbagai macam yang mentah – mentahlah :D, ...